cintaku … dengarkan hatimu

December 2nd, 2007 by andysetyawan

decak hati kencang menggugah nurani
yang lagi berjalan tak jelas haluan
meregang mencoba sadarkan logika
terukir manis di satu sudutnya

jengah mempertanyakan hidup
benci dan cinta di hati yang sama
gundah dan percaya menyelimutinya
lembut dan sayang menghiasinya

ketika hati sudah bicara
ketika nurani melantunkan ego
ketika rasa menggelorakan asa
maka hidupmu akan berubah
cintamu yang merubahmu
sayangmu yang menuntunmu

maka cintaku … dengarkan hatimu

angkuhku

October 10th, 2007 by andysetyawan

kadang aku setuju jika aku dilahirkan watak
lurus, idealis dan punya segudang visi misi yang sudah basi
masa depan, selalu itu bayangan yang tumbuh dan menghantui
bagai tempat berlindung keras dan angkuhnya watakku

semua kucoba rencanakan
semua harus berjalan seiring mauku
semua harus tertata serapih mungkin
semua telah tersusun dalam otakku

seolah kumampu menata semuanya
seolah aku yg punya kuasa akan waktu
seolah padanganku adalah imamku
seolah hidup hanya untuk diriku

saat seperti ini,
disaat aku tersadar dan cukup lemah
aku butuh seseorang mengingatkanku
membangunkanku dari mimpi buruk

aku nggak akan dapatkan apapun dari usahaku ini
selain kegamangan dan kerdilnya hati

selagi curahan hati ini ada yang mendengarkan
selagi tulisan ini terbaca mata simpatik
seutas harap itu masih akan terus ada
bimbing dan rengkuh aku dari gamang ini

jika dan hanya jika

October 1st, 2007 by andysetyawan

meretas kisah yang datang dan pergi
hadirku seutuhnya jika dan hanya jika
rasaku yang terindah jika dan hanya jika
segalaku yang terbaik jika dan hanya jika

hatiku harus begini
hatiku akan mengerti
hatiku boleh sakit
tapi nggak boleh buta

biarlah … biarlah semua
berlalu, berhenti dan membelenggu
seolah sesak dalam bentangan hati luas
seperti waktu yang terus menikam dan sakitiku

seiring aliran darah alunkan rasa
selaras degup jangtung detakkan logika
akankah ada lagi
rasa tuk kupercaya

RONGGOLAWE

May 6th, 2007 by andysetyawan

                                                 — dikutip dari tulisan di Monumen Ronggolawe

PERSADA NUSANTARA DIWARNAI KEBESARAN
PERSADA NUSANTARA DIWARNAI PERJOANGAN
PERNAH TERUKIR INDAH SEKELUMIT,
DARI PERJOANGAN YANG BESAR.
DIMASA MENEGAKKAN PANJI PANJI MAJAPAHIT
RONGGOLAWE TAMPIL BERSAMA LASKAR KUDANYA.
DERAP TAPAK KUDA MENGGEMA BERSATU
BERSAMA DIVISI RONGGOLAWE.
DERAP TAPAK KUDA MENGGEMA BERSAMA
RONGGOLAWEKU
DISELURUH PERSADA NUSANTARA

Legenda Ronggolawe

May 6th, 2007 by andysetyawan

Legenda Ronggolawe
versi masyarakat Tuban berbeda dengan naskah sejarah seperti ditulis
kitab Pararaton maupun Kidung Ranggolawe. Menurut Kidung Ranggolawe,
tindakan ngraman (berontak) Ronggolawe dilancarkan setelah tuntutannya
agar pengangkatan Empu Nambi sebagai Patih Amangkubumi Majapahit
dianulir.

Rudapaksa politik yang menurut Pararaton terjadi pada tahun 1295
itu berakhir tragis. Raja Kertarajasa Jayawardhana menolak tuntutan
Ronggolawe tersebut. Pasukan dikirim untuk menyerang Ranggolawe.
Akhirnya Ronggolawe diperdayai untuk duel di Sungai Tambak Beras. Dia
pun tewas secara mengenaskan oleh Mahisa Anabrang.

Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe bukanlah pemberontak, tetapi
pahlawan keadilan. Sikapnya memprotes pengangkatan Nambi, karena figur
Nambi kurang tepat memangku jabatan setinggi itu.

Nambi tidak begitu besar jasanya terhadap Majapahit. Masih banyak
orang lain yang lebih tepat seperti Lembu Sora, Dyah Singlar, Arya
Adikara, dan tentunya dirinya sendiri.

Ronggolawe layak menganggap dirinya pantas memangku jabatan itu.
Anak Bupati Sumenep Arya Wiraraja ini besar jasanya terhadap Majapahit.
Ayahnya yang melindungi Kertarajasa Jayawardhana ketika melarikan diri
dari kejaran Jayakatwang setelah Kerajaan Singsari jatuh (Kertarajasa
adalah menantu Kertanegara, Raja Singasari terakhir).

Ronggolawe ikut membuka Hutan Tarik yang kelak menjadi Kerajaan
Majapahit. Dia juga ikut mengusir pasukan Tartar maupun menumpas
pasukan Jayakatwang.

Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe adalah korban konspirasi politik
tingkat tinggi. Penyusun skenario sekaligus sutradara konspirasi
politik itu adalah Mahapati, seorang pembesar yang berambisi menjadi
patih amangkubumi.

Melalui skenarionya, Lembu Sora, paman Ronggolawe yang membunuh
Mahisa Anabrang akhirnya dibunuh oleh pasukan Nambi melalui tipu daya
yang canggih.

Empu Nambi sendiri mati dengan tragis. Dia diserang pasukan
Majapahit pada saat pemerintahan Raja Jayanegara karena bisikan
Mahapati bahwa Nambi ngraman. Kidung Sorandaka mencatat, Mahapati
menggapai ambisinya dan dilantik menjadi patih amangkubumi tahun 1316.

kau dan cintamu

May 3rd, 2007 by andysetyawan

kadang canda tawa
rahasiapun nyata
dustakan percaya
lewati batas logika
mengeruhkan sangka
tanpa penyembuh luka
mengaburkan rasa
kadang tangis pilu
melawan laju waktu
kau dan cintamu
tentang cintaku
kuberhenti berharap

Permadani dan sendal jepit

April 23rd, 2007 by andysetyawan

Jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu.

Manakah yang kita pilih,

melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu
agar kita tak pernah merasakan sakit,

atau kita gunakan sendal jepit untuk lindungi kaki,
agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

sederhana dalam memilih dan bersikap

maka yang terbaik yang kita bisa dapat

rasakan tuk bisa dimengerti hati

pikirkan tuk bisa diterima logika

hati dan logikaku yang sederhana,

terima kasih atas pilihanmu

belajar akan arti ketulusan

April 23rd, 2007 by andysetyawan

bukan tuk didapat
namun tuk diberi
aku rasakan semua getaran itu
meski tak berbalas dengan pantas
namun inilah hidup dan kenyataan
meski pahit meski getir
setidaknya aku dapat belajar darinya
mengerti arti ketulusan
lebih besar dari egoku
mengenal dan mencintai
meski terlihat tak berarti

Causality

February 27th, 2007 by andysetyawan

keputusan kita sekarang bukan hanya mempengaruhi kehidupan kita sekarang dan nanti, tetapi juga mempengaruhi kehidupan anak cucu, keluarga dan orang2 yang kita sayangi. kita tidak mungkin hidup sendiri didunia yang penuh casuality ini, aksi menimbulkan reaksi, sebabpun berbalas akibat. selamanya kita akan menjadi korban causality ini ketika kita nggak pernah mau mengontrol aksi dan sebab. kesadaran hidup yang terbaik adalah ketika kita sadar bahwa kita hidup didunia causality ini

Take it slow

February 16th, 2007 by andysetyawan

                                                                               John Legend
Maybe we’ll live and learn            
Maybe we’ll crash and burn
Maybe you’ll stay, maybe you’ll leave,
maybe you’ll return
Maybe another fight
Maybe we won’t survive
But maybe we’ll grow
We never know baby youuuu and I